Tetumbuhan
Konsultasi
PencarianApa yang ingin kamu cari?
Cabai rawit dan tanaman tropis di kebun rumah
Ensiklopedia tanaman · Sayur & Buah

Cabai rawit

Capsicum frutescens — Cabai rawit adalah tanaman sayur-buah wajib di pekarangan Indonesia yang sangat produktif dan menyukai limpahan sinar matahari tropis.

FamiliSolanaceae
Tingkat perawatanMudah
CahayaEkstra
Kebutuhan airTinggi
Catatan keamananSkala 2 dari 5

Catatan perawatan

Penempatan

Cabai rawit membutuhkan paparan matahari langsung minimal enam hingga delapan jam sehari agar berbuah lebat. Di iklim tropis Indonesia, letakkan pot atau tanam langsung di area terbuka tanpa peneduh, seperti halaman depan, dak atap, atau balkon yang menghadap ke timur atau selatan. Kurangnya cahaya matahari akan membuat pertumbuhan tanaman menjadi kurus (etiolasi) dan enggan memunculkan bunga.

Penyiraman

Lakukan penyiraman secara konsisten satu kali sehari pada pagi hari sebelum terik matahari. Saat musim kemarau yang sangat panas, penyiraman ekstra di sore hari mungkin diperlukan jika media tanam terlihat kering. Sebaliknya, saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan pot memiliki sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang, karena akar cabai sangat rentan terhadap pembusukan.

Media dan nutrisi

Gunakan media tanam yang gembur, porous, dan kaya bahan organik. Campuran tanah topsoil, pupuk kandang matang atau kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 sangat ideal untuk mendukung pertumbuhan akar. Untuk nutrisi, berikan pupuk organik cair atau pupuk NPK secara berkala setiap dua minggu sekali. Kurangi unsur nitrogen dan tingkatkan unsur fosfor serta kalium saat tanaman mulai memasuki fase pembungaan untuk merangsang pembuahan yang maksimal.

Perawatan rutin

Lakukan pemangkasan pada tunas air (tunas yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah) untuk memusatkan energi tanaman pada batang utama dan pembentukan buah. Penyangga atau ajir dari bambu sangat disarankan untuk menopang tanaman saat mulai berbuah lebat agar batang tidak patah akibat beban buah atau terpaan angin kencang. Penyiangan gulma di sekitar pangkal batang juga harus dilakukan secara berkala.

Masalah yang perlu dipantau

Hama yang paling sering menyerang cabai rawit adalah kutu daun, thrips, dan tungau yang menyebabkan daun mengeriting dan menguning. Untuk mengatasinya, semprotkan pestisida nabati dari rendaman neem oil atau air sabun secara berkala. Selain itu, waspadai penyakit patek atau antraknosa pada buah yang ditandai dengan bercak hitam membusuk, terutama saat kelembapan udara sangat tinggi di musim hujan.

Catatan keamanan

Seluruh bagian tanaman cabai rawit, terutama buahnya, mengandung senyawa capsaicin yang menimbulkan rasa pedas dan panas. Hindari menyentuh area wajah atau mata setelah merawat atau memanen cabai rawit. Meskipun tidak mematikan, konsumsi daun atau buah mentah oleh hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat menyebabkan iritasi mulut, gangguan pencernaan, dan muntah. Jauhkan peletakan pot dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan demi kenyamanan bersama.

Kegunaan

Menghasilkan pasokan bumbu dapur pedas yang segar langsung dari pekarangan rumah. Tanaman ini juga dapat ditanam di pot sebagai penghias area balkon yang cerah.

Masalah umum

Daun keriting akibat serangan kutu kebul atau thrips, serta pembusukan buah saat musim hujan akibat kelembapan yang terlalu tinggi.

Catatan keamanan

Skala keamanan adalah penanda kehati-hatian awal untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan. Jika tanaman tertelan atau menimbulkan reaksi, hubungi tenaga kesehatan atau dokter hewan.

Lanjut membaca

Cari tanaman lain

Telusuri Kamus Tanaman.

Cari berdasarkan nama Indonesia, nama ilmiah, famili, atau kategori.

Buka Kamus Tanaman