Kamboja
Plumeria rubra — Pohon hias tangguh berpucuk sukulen dengan bunga harum ikonik yang sangat menyukai sinar matahari penuh dan tahan kekeringan.
Plumeria rubra — Pohon hias tangguh berpucuk sukulen dengan bunga harum ikonik yang sangat menyukai sinar matahari penuh dan tahan kekeringan.
Kamboja (*Plumeria rubra*) adalah tanaman tropis sejati yang membutuhkan paparan sinar matahari langsung sepanjang hari, minimal enam hingga delapan jam. Di halaman rumah Indonesia, tanamlah di area terbuka tanpa peneduh seperti taman depan atau dekat dinding yang memantulkan panas. Jika ditanam di dalam pot besar (tabulampot), letakkan di balkon atau rooftop yang panas. Kurangnya cahaya matahari akan membuat batangnya tumbuh kurus (etiolasi) dan enggan berbunga.
Tanaman ini sangat toleran terhadap kekeringan berkat batangnya yang mampu menyimpan air. Aturan utama penyiraman kamboja adalah membiarkan media tanam benar-benar kering sebelum disiram kembali. Pada musim kemarau, penyiraman cukup dilakukan dua hingga tiga kali seminggu. Namun, saat musim hujan tiba, Anda justru harus waspada. Pastikan drainase pot atau tanah sangat lancar agar air hujan tidak menggenang, karena genangan air adalah musuh utama yang memicu pembusukan akar.
Gunakan media tanam yang sangat porous (porus) agar air cepat mengalir. Campuran tanah topsoil, pasir malang, sekam bakar, dan sedikit pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1:1 sangat ideal untuk penanaman di pot. Untuk nutrisi, kamboja tidak membutuhkan banyak pupuk nitrogen karena bisa memicu pertumbuhan daun yang terlalu rimbun tetapi minim bunga. Berikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) tinggi secara berkala setiap dua bulan sekali untuk merangsang pembungaan yang lebat.
Pemangkasan adalah kunci untuk menjaga bentuk tajuk tetap rapi dan merangsang percabangan baru yang akan menghasilkan lebih banyak bunga. Lakukan pemangkasan pada awal musim kemarau agar luka bekas potong cepat kering dan tidak terinfeksi jamur. Selalu bersihkan daun-daun tua yang menguning dan bunga yang gugur di sekitar pangkal pohon untuk menjaga kebersihan area perakaran.
Hama yang paling sering menyerang kamboja adalah kutu kebul (whitefly) dan kutu perisai yang biasanya bersembunyi di balik daun atau ketiak batang. Selain itu, penyakit karat daun yang disebabkan oleh jamur sering muncul saat kelembapan udara tinggi di musim hujan. Atasi dengan memangkas daun yang terinfeksi dan menyemprotkan fungisida organik secara berkala. Jika ujung batang melunak dan menghitam, segera potong bagian tersebut hingga menyisakan jaringan yang sehat untuk menghentikan pembusukan.
Seluruh bagian tanaman kamboja mengeluarkan getah putih pekat (latex) saat terluka. Getah ini mengandung senyawa yang dapat memicu iritasi kulit, rasa gatal, atau sensasi terbakar pada kulit sensitif. Gunakan sarung tangan saat melakukan pemangkasan atau stek batang. Jauhkan dari jangkauan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing, karena getah yang tertelan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan muntah.
Kamboja sangat ideal sebagai tanaman titik fokus (focal point) di taman terbuka atau peneduh area patio yang memberikan nuansa tropis estetis.
Masalah yang sering muncul adalah busuk batang akibat penyiraman berlebih serta serangan karat daun dan kutu kebul saat musim hujan.
Skala keamanan adalah penanda kehati-hatian awal untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan. Jika tanaman tertelan atau menimbulkan reaksi, hubungi tenaga kesehatan atau dokter hewan.
Cari berdasarkan nama Indonesia, nama ilmiah, famili, atau kategori.