Lengkuas
Alpinia galanga — Tanaman rempah tangguh khas Indonesia yang menghasilkan rimpang aromatik. Sangat mudah ditanam di pekarangan rumah yang mendapat limpahan sinar matahari.
Alpinia galanga — Tanaman rempah tangguh khas Indonesia yang menghasilkan rimpang aromatik. Sangat mudah ditanam di pekarangan rumah yang mendapat limpahan sinar matahari.
Lengkuas tumbuh paling optimal di area yang terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari, khas iklim tropis Indonesia. Tanaman ini membutuhkan energi matahari yang melimpah untuk mematangkan rimpangnya di dalam tanah. Meski demikian, lengkuas masih bisa tumbuh dengan baik di bawah naungan tipis atau teduh parsial, misalnya di bawah pohon yang lebih tinggi, meski pertumbuhan rimpangnya mungkin akan sedikit lebih lambat. Di pekarangan rumah, letakkan di area terbuka atau dekat pagar yang mendapat jemuran matahari pagi hingga sore.
Sebagai tanaman rimpang, lengkuas menyukai kondisi tanah yang lembap tetapi tidak becek. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman secara teratur satu kali sehari, sebaiknya di pagi hari agar air sempat meresap sebelum matahari terlalu terik. Saat musim hujan tiba, penyiraman bisa dikurangi secara drastis atau bahkan dihentikan sama sekali jika curah hujan harian tinggi. Kunci utamanya adalah memastikan air siraman langsung mengalir lancar dan tidak menggenang di sekitar pangkal batang.
Media tanam yang ideal untuk lengkuas adalah tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang sangat baik. Campuran tanah kebun, kompos matang, dan sedikit sekam bakar sangat disarankan agar tanah tidak memadat. Berikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang telah difermentasi setiap dua hingga tiga bulan sekali. Hindari pupuk kimia tinggi nitrogen secara berlebihan karena akan memicu pertumbuhan daun yang terlalu rimbun namun menghasilkan rimpang yang kecil dan rentan membusuk.
Perawatan lengkuas tergolong sangat minim. Lakukan pemangkasan pada batang semu yang sudah tua, mengering, atau layu untuk memberi ruang bagi tunas baru tumbuh. Penjarangan rumpun juga perlu dilakukan setiap satu hingga dua tahun agar tanaman tidak terlalu berdesakan. Saat rimpang mulai menyembul ke permukaan tanah, segera uruk kembali dengan tanah atau kompos segar agar rimpang tetap terlindung, tidak keras, dan warnanya tetap bagus.
Musuh utama lengkuas di iklim tropis yang basah adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh jamur akibat media tanam yang terlalu padat dan menggenang. Gejalanya ditandai dengan daun yang tiba-tiba menguning dan layu secara massal. Selain itu, waspadai serangan ulat penggulung daun dan belalang pada musim pancaroba. Atasi masalah hama daun ini secara manual atau gunakan pestisida nabati dari air rebusan mimba secara berkala.
Secara umum, rimpang lengkuas sangat aman dikonsumsi manusia sebagai bumbu masakan sehari-hari. Belum ada laporan ilmiah kuat mengenai efek racun yang berbahaya pada tanaman ini. Namun, konsumsi daun atau rimpang mentah dalam jumlah yang sangat banyak dan tidak wajar berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan ringan pada hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Sebaiknya jauhkan area tanaman dari jangkauan hewan peliharaan jika mereka memiliki kebiasaan menggigit tanaman hias.
Rimpangnya menjadi bumbu wajib dapur Nusantara, sementara rumpun daunnya yang rimbun berfungsi sebagai pembatas taman atau penahan erosi alami.
Daun menguning sering disebabkan oleh genangan air pada media tanam, sedangkan ujung daun yang mengering biasanya akibat cuaca yang terlalu terik tanpa penyiraman yang cukup.
Skala keamanan adalah penanda kehati-hatian awal untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan. Jika tanaman tertelan atau menimbulkan reaksi, hubungi tenaga kesehatan atau dokter hewan.
Cari berdasarkan nama Indonesia, nama ilmiah, famili, atau kategori.