Melati
Jasminum sambac — Melati adalah perdu merambat dengan bunga putih harum yang menjadi simbol nasional. Cocok untuk taman tropis terbuka maupun pot di teras rumah.
Jasminum sambac — Melati adalah perdu merambat dengan bunga putih harum yang menjadi simbol nasional. Cocok untuk taman tropis terbuka maupun pot di teras rumah.
Melati putih (*Jasminum sambac*) tumbuh paling optimal di bawah paparan matahari langsung sepanjang hari (full sun). Di iklim tropis Indonesia yang panas, tempatkan melati di area terbuka seperti taman depan, halaman tanpa peneduh, atau balkon yang menghadap ke timur atau selatan. Sinar matahari yang melimpah adalah kunci utama merangsang pembungaan yang lebat. Jika ditaruh di tempat yang terlalu teduh, melati hanya akan rimbun oleh daun namun enggan memunculkan kuncup bunga.
Tanaman ini menyukai kondisi tanah yang lembap tetapi tidak becek atau menggenang. Di musim kemarau, siram melati satu hingga dua kali sehari, idealnya pada pagi sebelum terik dan sore hari. Saat musim hujan tiba, kurangi frekuensi penyiraman secara drastis dan pastikan sistem drainase pot atau tanah berfungsi dengan baik agar akar tidak membusuk akibat air yang tergenang.
Gunakan media tanam yang gembur, porous, dan kaya bahan organik. Campuran tanah topsoil, kompos matang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 sangat ideal untuk pertumbuhan melati. Untuk mendukung pembungaan yang berkelanjutan, berikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) tinggi secara berkala setiap sebulan sekali. Anda juga bisa menambahkan pupuk kandang yang telah difermentasi setiap dua atau tiga bulan untuk menjaga kegemburan tanah.
Pemangkasan adalah kunci agar melati rajin berbunga dan memiliki bentuk tajuk yang rapi. Pangkas cabang yang terlalu panjang, kering, atau tidak produktif segera setelah masa berbunga selesai. Pemangkasan merangsang pertumbuhan tunas baru tempat kuncup bunga akan muncul. Karena melati memiliki sifat tumbuh memanjat atau merambat, Anda bisa menyediakan ajir bambu atau teralis sebagai penopang jika ditanam di pot.
Hama yang paling sering mengganggu melati adalah kutu putih (mealybugs) dan ulat pemakan daun. Kutu putih biasanya bersembunyi di balik daun atau ketiak batang, menyerap nutrisi tanaman hingga daun menguning. Atasi dengan menyemprotkan larutan sabun takaran ringan atau pestisida nabati dari ekstrak neem oil (minyak mimba). Pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman tetap baik untuk mencegah datangnya jamur jelaga.
Secara umum, melati tidak dikategorikan sebagai tanaman beracun bagi manusia maupun hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsi kuncup bunga secara berlebihan tanpa pengolahan yang tepat. Hindari pula penggunaan pestisida kimia sintetis jika bunga melati di pekarangan Anda sering dipetik untuk keperluan teh atau ritual adat.
Selain mempercantik pekarangan dengan bunganya yang elok, aroma harum melati alami dapat meredakan stres dan sering dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan alami atau campuran teh melati.
Melati sering mogok berbunga akibat kurangnya sinar matahari, serta rentan terserang kutu putih jika kelembapan di sekitar tajuk tanaman terlalu tinggi.
Skala keamanan adalah penanda kehati-hatian awal untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan. Jika tanaman tertelan atau menimbulkan reaksi, hubungi tenaga kesehatan atau dokter hewan.
Cari berdasarkan nama Indonesia, nama ilmiah, famili, atau kategori.