Tetumbuhan
Konsultasi
PencarianApa yang ingin kamu cari?
Pare dan tanaman tropis di kebun rumah
Ensiklopedia tanaman · Sayur & Buah

Pare

Momordica charantia — Sayuran merambat tropis yang mudah tumbuh di pekarangan. Menghasilkan buah bergerigi khas yang kaya manfaat untuk hidangan sehari-hari.

FamiliCucurbitaceae
Tingkat perawatanMudah
CahayaEkstra
Kebutuhan airTinggi
Catatan keamananSkala 3 dari 5

Catatan perawatan

Penempatan

Pare membutuhkan paparan sinar matahari langsung sepanjang hari, minimal enam hingga delapan jam, untuk merangsang pembungaan dan pembuahan yang optimal. Di dataran rendah maupun tinggi Indonesia yang beriklim tropis basah, tanaman ini sangat cocok diletakkan di area terbuka tanpa penghalang. Anda bisa menanamnya langsung di tanah pekarangan yang luas atau menggunakan pot berukuran besar di area balkon yang panas.

Penyiraman

Lakukan penyiraman secara teratur satu hingga dua kali sehari, idealnya pada pagi dan sore hari saat cuaca tidak terlalu terik. Jaga agar media tanam tetap lembap secara konsisten, namun hindari kondisi yang terlalu basah atau tergenang. Penyiraman yang tidak teratur saat fase pembuahan dapat menyebabkan buah pare pecah atau berukuran kerdil. Saat musim hujan tiba, kurangi intensitas penyiraman agar perakaran tidak membusuk akibat kelembapan berlebih.

Media dan nutrisi

Gunakan media tanam yang gembur, subur, dan memiliki kemampuan drainase yang baik agar air tidak menggenang. Campuran tanah pekarangan gembur, kompos atau pupuk kandang yang telah difermentasi matang, serta sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 sangat direkomendasikan. Tambahkan pupuk tinggi nitrogen saat fase awal pertumbuhan vegetatif, lalu beralihlah ke pupuk tinggi kalium dan fosfor saat tanaman mulai mengeluarkan kuncup bunga kuningnya untuk mendukung pembentukan buah yang sehat.

Perawatan rutin

Karena pare merupakan tanaman merambat yang tumbuh sangat aktif, Anda wajib menyiapkan ajir, lanjaran bambu, atau anyaman tali sebagai media rambat sesaat setelah bibit tumbuh setinggi 15 cm. Lakukan pemangkasan pada tunas air di ketiak daun bagian bawah untuk memfokuskan energi tanaman pada batang utama dan cabang produktif di bagian atas. Untuk mengamankan hasil panen dari serangan hama lalat buah, bungkuslah buah pare yang masih berukuran kecil dengan kertas semen atau kantong jaring khusus tanaman.

Masalah yang perlu dipantau

Lalat buah (*Bactrocera*) adalah hama paling merusak yang menyuntikkan telurnya ke dalam daging buah muda, menyebabkan buah membusuk dari dalam dan rontok. Selain itu, perhatikan juga munculnya bercak kuning akibat infeksi virus mosaik atau lapisan putih seperti tepung di permukaan daun (embun tepung) yang kerap muncul di musim hujan yang lembap. Segera pangkas dan buang daun yang terinfeksi agar tidak menular ke bagian tanaman lainnya.

Catatan keamanan

Meskipun daging buah pare muda sangat aman dan umum diolah sebagai hidangan meja, biji di dalam buah serta selaput merah pada buah pare yang sudah terlalu matang mengandung senyawa momorcharin yang dapat memicu mual, muntah, atau diare jika tidak sengaja tertelan. Batasi konsumsi buah yang sudah terlalu matang dan pastikan Anda membuang seluruh bijinya sebelum dimasak. Jauhkan pula sisa pangkasan tanaman ini dari jangkauan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing demi keamanan.

Kegunaan

Selain menghasilkan buah konsumsi yang segar, tanaman ini dapat difungsikan sebagai peneduh alami pada pagar atau pergola taman.

Masalah umum

Kerusakan buah sering disebabkan oleh serangan lalat buah, sementara daun yang menguning biasanya dipicu oleh serangan kutu kebul atau jamur saat musim hujan.

Catatan keamanan

Skala keamanan adalah penanda kehati-hatian awal untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan. Jika tanaman tertelan atau menimbulkan reaksi, hubungi tenaga kesehatan atau dokter hewan.

Lanjut membaca

Cari tanaman lain

Telusuri Kamus Tanaman.

Cari berdasarkan nama Indonesia, nama ilmiah, famili, atau kategori.

Buka Kamus Tanaman