Pohon dolar
Zamioculcas zamiifolia — Tanaman hias tangguh berdaun tebal mengkilap yang sangat toleran terhadap area minim cahaya dan jarang disiram, ideal untuk pemula di dalam ruangan.
Zamioculcas zamiifolia — Tanaman hias tangguh berdaun tebal mengkilap yang sangat toleran terhadap area minim cahaya dan jarang disiram, ideal untuk pemula di dalam ruangan.
Pohon dolar sangat toleran terhadap intensitas cahaya rendah, menjadikannya pilihan utama untuk menghias sudut rumah atau meja kantor. Di iklim tropis Indonesia yang panas, hindari meletakkan tanaman ini di bawah paparan sinar matahari siang secara langsung karena daunnya yang tebal bisa terbakar dan menguning. Lokasi terbaik adalah ruangan dengan cahaya terang tidak langsung atau area teduh yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik.
Musuh terbesar pohon dolar adalah air yang berlebih. Tanaman ini memiliki rimpang di bawah tanah yang berfungsi menyimpan cadangan air. Di dataran rendah Indonesia yang lembap, penyiraman cukup dilakukan setiap 1 hingga 2 minggu sekali, atau saat media tanam benar-benar kering hingga bagian dalam. Selalu periksa kelembapan tanah dengan menusukkan jari atau sumpit kayu sebelum menyiram kembali.
Gunakan media tanam yang sangat poros agar air cepat mengalir keluar dan tidak menggenang. Campuran tanah humus, sekam bakar, dan pasir malang dengan perbandingan seimbang sangat ideal untuk menjaga rimpang tetap sehat. Pohon dolar tidak membutuhkan banyak pupuk. Cukup berikan pupuk NPK slow-release (dekastar) atau pupuk kandang yang sudah matang setiap 3 hingga 6 bulan sekali untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
Daun pohon dolar yang mengkilap alami dapat tertutup debu seiring waktu. Lap daun secara berkala menggunakan kain setengah basah agar proses fotosintesis tetap optimal dan tampilannya selalu segar. Jika tanaman sudah terlalu rimbun, lakukan repotting ke pot yang lebih besar atau bagi rimpangnya untuk memperbanyak tanaman. Potong tangkai daun yang sudah tua atau rusak di pangkalnya untuk menjaga estetika.
Masalah paling sering adalah busuk rimpang akibat media tanam terlalu becek (overwatering). Gejalanya ditandai dengan daun terbawah yang menguning, melunak, lalu batangnya terkulai. Jika ini terjadi, segera bongkar tanaman, potong bagian rimpang yang busuk, angin-anginkan, lalu tanam kembali di media yang baru dan kering. Hama yang sesekali menyerang adalah kutu putih (mealybugs) di sela-sela batang, yang bisa dibasmi dengan usapan alkohol atau pestisida organik.
Seluruh bagian dari *Zamioculcas zamiifolia* mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut. Zat ini dapat menyebabkan iritasi parah pada mulut, tenggorokan, dan saluran pencernaan jika terkunyah atau tertelan. Pastikan untuk menjauhkan pot tanaman dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan aktif seperti kucing atau anjing. Gunakan sarung tangan saat memangkas atau melakukan perbanyakan jika Anda memiliki kulit yang sensitif terhadap getah tanaman.
Menghias sudut ruangan minim cahaya dengan estetik sekaligus membantu menyegarkan udara di dalam rumah.
Daun menguning dan batang membusuk yang biasanya disebabkan oleh penyiraman terlalu sering atau media tanam yang terlalu padat dan basah.
Skala keamanan adalah penanda kehati-hatian awal untuk rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan. Jika tanaman tertelan atau menimbulkan reaksi, hubungi tenaga kesehatan atau dokter hewan.
Cari berdasarkan nama Indonesia, nama ilmiah, famili, atau kategori.